Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia Tahun 1963-1964

Konfrontasi Indonesia-Malaysia_ Pada tahun 1963-1964 terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia, yang bermula dari pembentukan Federasi Malaysia. Gagasan pembentukan Federasi Malaysia pertama kali dilontarkan Perdana Menteri Malaysia, Tengku Abdul Rachman pada 27 Mei 1961. Menurutnya, federasi yang akan dibentuk terdiri dari Malaysia, Singapura, Serawak, dan Sabah. Pembentukan Federasi Malaysia ini dianggap Indonesia sebagai proyek neokolonialisme Inggris yang membahayakan revolusi Indonesia. Akibatnya, pada tanggal 17 September 1963 hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia terputus.

Indonesia Keluar dari PBB

Ketika konfrontasi Indonesia dan Malaysia berlangsung, Malaysia dicalonkan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Indonesia jelas tidak menyetujui pencalonan itu. Selanjutnya, Malaysia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Akhirnya, sebagai protes sejak 7 Januari 1965 presiden Soekarno menyatakan Indonesia keluar dari PBB. Peristiwa keluarnya Indonesia dari PBB merupakan puncak keterkucilan Indonesia dari pergaulan Internasional.

Indonesia Kembali menjadi Anggota PBB
Sejak keluar dari keanggotaan PBB, Indonesia praktis terkucil dari pergaulan Internasional. Kenyamanan dan kebersamaan hidup dengan bangsa lain tidak dapat dirasakan lagi. Begitu pula pembangunan negara menjadi terhambat sehingga berakibat pada kesengsaraan rakyat. Menyadari adanya kerugian itu, maka Indonesia memutuskan untuk masuk kembali menjadi anggota PBB. Pada tanggal 28 September 1966 kembali masuk menjadi anggota PBB juga sebagai anggota yang ke-60. Tindakan Indonesia ini mendapat dukungan dari Aljazair, Filipina, Jepang, Mesir, Pakistan, dan Thailand.

Menghentikan Konfrontasi dengan Malaysia

Konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia dianggap tidak sesuai dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Tindakan ini amat merugikan kedua belah pihak. Hubungan sebagai negara tetangga terputus. Tindakan saling bermusuhan ini harus segera diakhiri. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berniat melakukan normalisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia.

Upaya merintis normalisasi hubungan dimulai dengan diselenggarakannya perundingan di Bangkok 29 Mei -1 Juni 1966. Indonesia di wakili Menlu Adam Malik dan Malaysia diwakili Perdana Menteri Tun Abdul Razak. Sebagai tindak lanjut pertemuan Bangkok, pada tanggal 11 Agustus 1966 diadakan pertemuan Jakarta. Kedua delegasi menyepakati normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia. Tokoh yang menandatangani persetujuan itu adalah Adam Malik dan Tun Abdul Razak. Terselenggaranya pertemuan tersebut menandai berakhirnya permusuhan di antara Indonesia dan Malaysia.

Belum ada Komentar untuk "Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia Tahun 1963-1964"

Posting Komentar

Khusus Sobat Blogger, silakan berkomentar menggunakan Name/URL, agar Admin lebih mudah mengetahui dan mengunjungi blog Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel