27.12.18

Pendidikan Moral Pancasila ( PMP )

Pendidikan Moral Pancasila (PMP)_Bagi generasi 80 hingga 90an mungkin istilah PMP atau mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila sudah akrab ditelinga. Namun, tidak demikian di era sekarang ini.  Di zaman pendidian modern, istilah PMP sudah jarang terdengar, bahkan cukup asing bagi siswa-siswi sekolah zaman sekarang.

Apa itu Pendidikan Moral Pancasila (PMP)
Pendidikan Moral Pancasila terdiri dari tiga kata yaitu pendidikan, moral, dan pancasila. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana belajar yang aktif sehingga dapat mengembangkan potensi diri peserta didik, memiliki akhlak mulia, kecerdasan, jiwa spiritual, dan keterampilan.

Sedangkan moral berkaitan dengan kelakukan, kesusilaan, dan tabiat. Moral merupakan ajaran baik dan buruknya suatu hal yang menyangkut perbuatan dan tingkah laku individu.

Wujud moral dapat berupa hal-hal yang baik, terpuji, mulia, dan benar. Moral juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap nilai dan norma yang berlaku serta mengikat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara, Pancasila merupakan sebuah ideologi dasar bagi bangsa Indonesia yang memuat lima pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jadi, dapat dikatakan bahwa Pendidikan Moral Pancasila (PNP) merupakan suatu pendidikan yang menanamkan moralitas atau tingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai pedoman dalam berperilaku.

Mengapa Pendidikan Moral Pancasila (PMP) mulai Menghilang ?
Pendidikan Moral Pancasila-PMP

Istilah PMP mulai kita kenal sekitar tahun 70 – 80’an. Namun, sekarang ini telah digantikan dengan Pendidikan Kewarganegaraan, atau yang sering disebut PKn dan/atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang disingkat jadi PPKn.

Pentingkah Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di Masukkan Lagi dalam Pelajaran di Sekolah?
Tentu sangat penting dan perlu. Mata pelajaran PMP diharapkan dapat dimasukkan kembali dalam kurikulum pendidikan baik pendidikan usia dini sampai ke perguruan tinggi.

Hal ini bertujuan untuk membangun karakter positif setiap individu sejak dini. PMP menjadi sangat penting dan perlu, karena dilatarbelakangi berbagai perilaku-perilaku negatif yang semakin mengkhawatirkan kedamaian bangsa dan negara.

Kerusakan mental, moral, dan nasionalisme generasi bangsa saat ini, menggugah kembali pemikiran betapa pentingnya pendidikan moral pancasila kembali ditegakkan. Salah satunya melalui pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah.

PMP perlu dijadikan mata pelajaran di semua jenjang pendidikan, agar moral setiap invidudu terbentuk sejak dini secara bertahap.

Sejarah Terhapusnya Pendidikan Moral Pancasila (PMP)
Pada masa Orde Baru, mata pelajaran PMP menjadi kurikulum khusus. Akan tetapi, melalui UU Sisdiknas tahun 2004 mata pelajaran tersebut dihapus. Saat ini mata pelajaran Pancasila bukan menjadi mata pelajaran khusus, namun masuk ke dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Padahal sebenarnya Pancasila sebagai prinsip dan fundamental yang seharusnya menjadikan mata pelajaran Pancasila sebagai pelajaran pokok.

Sehingga diharapkan dalam kurikulum saat ini, pemerintah dan menteri pendidikan saling berkoordinasi untuk memasukkan pancasila sebagai mata pelajaran khusus dalam kurikulum, sebagai langkah untuk memperbaiki mental bangsa yang mulai rusak dan membangun kembali karakter positif setiap individu.

Tujuan Pendidikan Moral Pancasila (PMP)
Apa sebenarnya tujuan dari Pendidikan Moral Pancasila (PMP) itu? Tujuan dari PMP sendiri yaitu:

1). Mengharapkan agar setiap individu memiliki keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (TYME). Seperti dalam sila pertama pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Diharapkan peserta didik memiliki sikap religious berdasarkan keyakinan masing-masing.

2). Memiliki sikap kemanusiaan yang adil dan beradap, seperti dalam bunyi sila pancasila yang kedua. Dengan nilai pancasila sila ke dua ini, diharapkan setiap individu memiliki rasa toleransi atau saling menghargai dalam keanekaragaman yang ada di Indonesia ini.

3). Mampu menciptakan persatuan bangsa. Seperti dalam sila ketiga pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Menciptakan persatuan bangsa ini dilakukan dengan tidak bertindak anarkis dalam menanggapi segala fenomena yang terjadi. Tindakan anarkis bisa menyebabkan lunturnya keanekaragaman bangsa. Kita tahu sendiri, bahwa Indonesia merupakan negara Bhinneka Tungga Ika, yang mempunyai keberagaman budaya maupun bahasa, sehingga kiya wajib untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta negara.

4). Menciptakan sikap kerakyatan. Tujuan PMP selanjutnya yaitu menciptakan sikap kerakyatan dengan cara mendahulukan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi. Mendahulukan kepentingan umum dapat dilakukan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat (kesepakatan bersama).

5). Memberikan dukungan untuk menciptakan keadaan yang berkeadilan sosial. Tujuan terakhir dari PMP yaitu mencipktakan keadaan yang adil di lingkungan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keadilan ini perlu ditegakkan untuk menghindari adanya perdebatan antar pihak-pihak tertentu.

Jenjang Apa Saja yang Perlu Mendapatkan Pendidikan Moral Pancasila (PMP)?
Jika berbicara tentang jenjang yang pantas diberikan PMP, maka jawabannya adalah semua jenjang yaitu dimulai dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Materi tentang moral pancasila perlu diberikan dari tingkat terendah yaitu PAUD hingga tingkat tertinggi yakni Perguruan Tinggi.

Mengapa demikian? Hal tersebut karena pendidikan sangat diperlukan sejak dini. Justru dengan menanamkan pendidikan moral sejak dini, maka akan terbangun sebuah kebiasaan baik yang dapat membentuk karakter anak sejak kecil.

Hal ini akan berdampak saat dewasa nanti atau memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi, anak sudah mengerti nilai-nilai moral yang harus diterapkan. Pendidik tinggal menambahkan dan memperdalam nilai-nilai moral pancasila yang seharusnya dipraktikkan peserta didik.

Bagaimana Cara Mengajarkan Pendidikan Moral Pancasila (PMP)
Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dapat diberikan atau diajarkan disekolah untuk memberikan pemahaman tentang cara bertindak atau berperilaku yang positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selain diberikan dalam mata pelajaran khusus, PMP juga dapat ditambahkan dalam Pendidikan Agama, sehingga peserta didik selain menjadi pribadi yang bermoral juga menjadi pribadi yang religious baik dalam pikiran, ucapan, maupun perbuatannya.

Dalam pembelajaran PMP, pendidik dapat mengajarkan perilaku bermoral seperti sopan santun, menyayangi, saling menghormati, dan menghargai suatu perbedaan atau keanekaragaman.

Selain mengajarkan secara teori dan praktik, pendidik juga hendaknya menjadi teladan bagi peserta didiknya dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila.

Seorang pendidik harus memiliki karakter positif yang kurat, sehingga bisa dijadikan contoh peserta didik dalam bertindak maupun berucap.

Nah, itu tadi beberapa hal yang sebaiknya dipahami terkait Pendidikan Moral Pancasila (PMP), yang bisa dibilang sangat penting dan masih dibutuhkan demi pembentukan karakter setiap individu yang lebih baik.
\

 
Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top