26.4.19

Definisi, Syarat Wajib, Fardhu, Rukun,Sunnah, Batal, dan Haramnya Puasa

Definisi/Pengertian, Syarat Wajib, Fardhu, Rukun,Sunnah, Batal, dan Haramnya Puasa-

Pengertian Fardhu dan Rukun

Fardhu adalah sesuatu yang diwajibkan untuk dilaksanakan ,jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala sedangkan jika ditinggalkan maka akan mendapat dosa.

Rukun adalah  Pokok pekerjaan itu, misalnya Niat dalam Sholat tidak dapat dipisahkan dengan Sholat itu sendiri. Yakni Sholat tanpa Niat sama halnya dengan tidak Sah.

Fardhu dibagi menjadi 2 macam :
  • Fardhu 'Ain- Fardhu 'Ain adalah sesuatu yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada semua orang Islam secara pribadi ( menjadi kewajiban masing-masing orang Islam ) jika dikerjakan mendapat pahala, jika ditinggalkan akan mendapat dosa/siksa. Contoh Fardhu 'Ain : Sholat, Zakat,Puasa Ramadan, Naik Haji bagi yang mampu, membaca Alqur'an dengan Ilmu Tajwid, menuntut ilmu agama, dan lain sebagainya.
  • Fardhu Kifayah- Fardhu Kifayah adalah sesuatu/perintah yang diwajibkan oleh Allah kepada umat Islam, namun jika salah satu/sebagian dari kelompok umat Islam sudah ada yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Contohnya : Sholat Jenazah, memandikan jenazah, memakamkan jenazah, mempelajari ilmu tajwid, dan lain-lain
Sobat Pembaca, dalam bab puasa, penggunaan kata fardhu bisa diganti dengan kata rukun, akan tetapi pada bab Sholat Fardhu dengan Rukun memiliki pengertian dan penggunaan yang berbeda.
Definisi, Syarat Wajib, Fardhu, Rukun,Sunnah, Batal, dan Haramnya Puasa

Fardhu/Rukun Puasa

Rukun Puasa ada 2 yakni niat di dalam hati dan menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari

1. Niat di dalam hati ( tidak sekedar melafadzkan/mengucapakan lafadz niat )

Jika puasa Ramadan dan puasa nadzar maka wajib niat di setiap malam harinya. Jika puasa sunnah misalkan puasa senin/kamis maka tidak  wajib niat pada malam harinya, sebagai contoh ada seseorang yang sejak waktu fajar sampai siang hari belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, maka diperbolehkan niat pada siang hari itu kemudian berpuasa sunnah.

2. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa

Hal-hal yang membatalkan puasa :
  • Memasukkan sesuatu ke 9 rongga badan dengan sengaja, 9 rongga badan secara terperinci yang dimaksud yakni mulut (lebih khusus ke tenggorokan ), lobang mata kanan, lobang mata kiri, telinga kanan, telinga kiri, lobang hidung kanan, lobang hidung kiri, lobang alat kelamin, lobang dubur. 
  • Bersetubuh dengan sengaja
  • Mengeluarkan air mani dengan sengaja ( onani/masturbasi )
  • Muntah dengan sengaja
  • Datang haid
  • Melahirkan 
  • Keguguran
  • Nifas
  • Gila walaupun hanya sebentar
  • Murtad
Hal-hal yang disunatkan dalam puasa
  • Jika waktu buka tiba disunnatkan menyegerakan berbuka puasa
  • Mengakhirkan makan sahur
  • Meninggalkan perkataan yang kotor
\

 
Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top