Cara Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Baik Menurut Islam_Setiap rumah tangga memiliki aturan yang mutlak dalam Al-Qur’an dan hadits shohih yang diajarkan Rasulullah SAW secara turun temurun menurut nasabnya. Dalam kitab suci yang telah disempurnakan dari kitab-kitab suci sebelumnya oleh Allah SWT, Al-Qur’an mengatur sedemikian rupa kehidupan manusia mulai dari tauhid hingga kehidupan sosial.
Cara Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Baik Menurut Islam

Kehidupan sosial ini termasuk mengatur kepemimpinan, politik, perdagangan hingga rumah tangga. Salah satu kajian menarik adalah mengenai wanita dimana sosok yang dimuliakan itu disebut dalam surat khusus di Al-Qur’an yaitu surah An-Nisa yang mana isinya mengenai kajian feminisme modern tentang kesetaraan hak-hak wanita dengan pria termasuk kepemimpinan wanita yang dimuliakan kedudukannya.

Ayat dalam Al-Qur’an serta hadits sohih juga membahas peran wanita ketika menjadi istri dan ibu. Ibu rumah tangga yang baik didambakkan setiap anak dan suami karena ketaatan dan kesetiaan mereka dalam rumah tangga. Dalam surah An-Nisa ayat 34 bahkan disebutkan bahwa istri solehah merupakan istri yang taat suami atas nama Allah.

Tidak hanya taat pada Allah dengan mengikuti amal ibadah kepadanya saja, menjadi ibu rumah tangga yang baik menurut Islam juga memiliki banyak cara meskipun ketaatan dan ketaqwaan pada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah yang utama. Seorang ibu memiliki kedudukan yang mulai karena dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa surga berada di bawah kaki ibu.

Rasululah bahkan menyebut kata ibu tiga kali atas pertanyaan mengenai sosok yang beliau hormati sementara ayah berada pada posisi keempat dan hanya disebut satu kali. Sosok ibu juga dicirikan sebagai wanita perkasa yang pada dasarnya dalam kehidupan mampu melakukan banyak hal sekaligus sehingga disebut multitalen karena disisi lain mengurus anak dan rumah tangga dan lainnya melayani suami.

Ibu sebagai sosok perkasa dalam Islam
Ibu tidak hanya sebagai sosok multitalen, namun juga berperan penting dalam terbentuknya generasi-generasi soleh solehah, cerdas, mumpuni dan berkualitas. Tidak hanya sekedar mengurus rumah tangga dan memastikan keluarganya makan enak, seorang ibu juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mengasuh anak selain juga bantuan dari sang suami yang juga menerima pelayanan dari sang istri.

Sikap menentang ibu juga memberikan gancaran sebagai anak durhaka sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dimana siapa saja yang menyakiti hati ibu yang telah mengandung selama lebih dari sembilan bulan maka imbalannya adalah neraka jahannam.

Keberhasilan seorang anak dilihat dari bagaiamana didikan dalam rumah tangga dimana ibu memiliki ikatan batin yang cukup kuat dalam proses pendidikan dasar tersebut tanpa memandang agama apakah keluarga mereka. Rasulullah SAW bahkan memuji wanita quraisy yang berhasil dalam mendidik anak dan melayani suaminya sebaik wanita Arab dimana Rasul tidak membedakan ras dan agama seseorang.

Ibu yang baik menurut agama Islam adalah ibu yang melakukan segala upaya mulai dari mengurus rumah tangga, mendidik anak, dan melayani suami hanya karena Allah SWT semata. Mulai dari menjadi istri yang solehah yang taat pada Allah dan Rasul akan membawanya menjadi ibu yang baik dan akan melahirkan anak-anak cerdas serta soleh dan solehah.

Dari situlah setiap suami diharapkan mampu memilih benih-benih calon istri yang baik bukan hanya dari paras dan perilakunya, namun juga dari ketaqwaan dan kepandaiannya yang akan menjadi tolok ukur sebagai ibu rumah tangga yang baik serta mampu mendidik anak-anak menjadi sosok yang didambakkan agama, nusa, dan bangsa.

Cara-cara menjadi ibu rumah tangga yang baik

1. Mengajarkan anak cara berperilaku dan beribadah

Pendidikan dasar anak haruslah dimulai dari rumah dan dari hal wajib yaitu ibadah. Setiap orang tua memiliki kewajiban dalam mendidik anak agar menjadi sosok yang taqwa dan taat kepada Allah SWT yang telah mengkaruniani anak tersebut agar dididik di jalan-Nya dimana pertanggung jawaban akan perilaku anaknya nanti akan dilihat dari didikan dan karakter orang tua.

Ibu dapat memulai dari sesuatu yang kecil mulai dari mengajari adab makan, tidur, bangun, dan berperilaku dan bertata krama seperti mengucapkan terima kasih dan meminta maaf. Kemudian anak mulai diajarkan untuk menghapal doa-doa kecil seperti sebelum dan sesudah tidur, sebelum dan sesudah makan, masuk dan keluar kamar mandi, doa sebelum belajar dan bepergian dan lain-lain.

Ketika anak mulai dirasa cukup paham, sang ibu dapat mulai mengajarkannya cara berwudhu yang disesuaikan jenis kelamin anak tersebut. Kemudian secara perlahan anak mulai dibekali tentang kewajiban sholat lima waktu, tata cara hingga doa-doanya. Apabila anak dirasa mampu berpuasa maka ajaklah berpuasa Ramadhan namun jangan dipaksakan.

Apabila anak itu seorang perempuan, orang tua sebaiknya melatih sang anak sejak kecil untuk memakai kerudung serta perbekalan wajib nya menutup aurat demi menjaga kebaikan dan kehormatan diri sendiri. Terbiasa memakai kerudung bukanlah hal mudah, maka dari itu anak perlu dilatih agar terbiasa sejak kecil meskipun kata ‘terbiasa’ tidak cukup tanpa adanya keridhoan sang anak.

2. Melatih dengan kebiasan baik dari ibu

Sosok orang tua terutama ibu akan menjadi pedoman anak dalam berperilaku. Untuk itu, kebiasaan baik perlu diterapkan agar anak mengikuti contoh yang benar. Kebiasan baik misalnya mengajarkan keramah-tamahan pada orang lain, selalu beristighfar, tidak pernah berkata kasar serta rajin tadarus seusai sholat. Dari kebiasaan-kebiasaan baik tersebut, sang anak akan mulai meniru dan terbiasa.

Disamping melatih diri dengan bertadarus, sang ibu juga dapat mengajarkan anak membaca ayat-ayat Al-Qur’an dimulai dengan buku Iqra. Kebiasan baik ibu juga dapat dimulai dari rajin membaca buku atau melakukan kegiatan kesukaan ibu seperti memasak, bercocok tanam yang dapat melatih otak kanan anak untuk ikut bereksperimen karena penasaran.

Kebiasaan baik juga ditunjukkan apabila ibu tidak menggunakan gadget di depan anak apalagi membelikannya ketika sang anak di rasa belum pantas. Orang tua harus lebih sering meluangkan quality time bersama anak mereka dan sesering mungkin mengajak anak mereka untuk bermain bersama teman sebaya di luar rumah tanpa gadget dan tv.

3. Menjadi pendukung setiap aktivitas anak
Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mendukung dan menghargai usaha anak-anak nya. Dukungan orang tua selalu menjadi penyemangat yang paling melekat dalam hati anak sehingga mereka dapat lebih termotivasi untuk berkembang dan berkreativitas lebih.

Apabila anak melakukan kesalahan atau dirasa belum beruntung kewajiban orang tua adalah terus mendukung dan memberi masukan berarti bagi anak agar di masa depan mereka tidak mudah putus asa serta memiliki harapan yang tinggi untuk membalas budi kebikan kedua orang tuanya.

Menjadi ibu rumah tangga yang baik dalam Islam adalah dambaan setiap suami dan anak. Peran ibu sangat penting bagi keberlangsungan dan perilaku anak dimana dalam islam ibu dianggap sebagai sosok hebat yang multitalen dan dimuliakan dalam Al-Qur’an setelah menanggung beban melahirkan yang dirasa sebagai sesuatu paling menyakitkan pada proses kehidupan manusia.

Demikian Tips Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Baik Menurut Ajaran Islam. Semoga bermanfaat