Cara Agar Menjadi Siswa yang Disukai Guru Sekolah_Menjadi siswa yang disukai guru merupakan hal yang diinginkan setiap orang. Namun nyatanya banyak ungkapan yang menyebut bahwa untuk disukai guru maka seorang siswa harus sok kenal atau mencari perhatian serta adanya hubungan kekerabatan antar anggota keluarga.
3 Cara Agar Menjadi Siswa yang Disukai Guru di Sekolah
Tapi tentu saja, siapa pun tidak ingin disukai hanya karena faktor kedekatan yang tidak berarti namun lebih ingin dilihat sebagai seseorang yang memang berkualitas untuk dapat disukai guru secara kemampuan. Apabila semua orang berpendapat bahwa menjadi siswa disukai oleh guru pastilah siswa yang pintar dalam mata pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut selain karena faktor kedekatan.

Hal tersebut tidak benar, setiap guru yang baik dan cerdas pastilah mengetahui bahwa tingkat kemampuan orang pasti berbeda-beda bahkan mungkin ada yang bakatnya sama sekali tidak terletak pada pelajaran eksaksta. Untuk itu menjadi cerdas tidak akan menjadi salah satu cara atau  kategori bagi siswa untuk dapat disukai guru terlebih apabila sang guru telah mengetahui tingkat kemampuannya.

Guru biasanya akan lebih mengapresiasi siswa dari kehadiran dan rasa hormat siswa tersebut ketimbang prestasi akademiknya di sekolah karena seorang guru akan mudah melihat perilaku sang siswa  dilihat dari sikap dan tingkah lakunya di kelas baik kepada sang guru itu sendiri maupun kepada teman yang lain meskipun sang siswa tersebut merupakan orang paling cerdas sekalipun.

Siswa yang aktif bertanya atau menanggapi juga biasanya dilihat guru sebagai siswa aktif yang tanggap dan memiliki tingkat penasaran yang tinggi meskipun pertanyaan nya kadang kala tidak sesuai atau terlalu jauh namun itu merupakan poin plus sendiri bagi seorang guru karena keberadaannya dihargai dan ilmu nya diapresiasi oleh siswa yang bertanya tersebut.

Yang seringkali siswa sepelekan adalah ketika guru mencoba memancing jawaban namun mereka mengabaikan, itu merupakan salah satu trik guru untuk membantu siswa berpikir lebih jauh bukan karena sang guru tidak tau. Hal tersebut tidak hanya akan bermanfaat bagi kognitivitas siswa namun juga membantu mereka memperoleh kredibilitas lebih dari guru sebagai pengajar.

Langkah menjadi lovable student
Menjadi siswa yang lovable atau disukai sebenarnya cukup mudah karena merupakan perilaku dasar manusia khususnya bagi orang Indonesia dengan adat melayu yang diajarkan akan sopan santu dan menghormati orang lain terutama yang lebih tua sejak masa kanak-kanak. Maka dari itu, untuk sekedar menjadi orang yang dicintai atau disukai baik itu guru mau pun semua orang tidak perlu ada trik khusus.

Maksud dari trik khusus adalah tidak perlu memasang dua muka karena secara naluriah semua orang pasti memiliki sifat baik dan menghormati orang lain yang maka dari itu perlu adanya pembiasaan tanpa harus memaksakan raut wajah untuk mendapat perhatian orang lain. Menjadi siswa yang disukai guru tentunya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri namun juga akan memotivasi siswa lain untuk turut aktif.

Berikut akan dijelaskan beberapa langkah menjadi siswa yang disukai guru tanpa harus memakai trik-trik khusus yang bersifat paksaan mau pun material termasuk tanpa perlu adanya kedekatan yang menjadi cara murah untuk membuat seorang siswa dapat disukai guru karena bisa dibilang hal itu muncul karena faktor keterpaksaan.

1. Kehadiran

Dalam kehidupan orang akan lebih menghargai kehadiran dibanding dengan beribu-ribu alasan namun tidak memunculkan batang hidung sama sekali apalagi tidak ada pemberitahuan sebagaimana dilakukan siswa-siswa jaman sekarang yang menjadikan kantin sebagai tempat pelarian.

Kehadiran menjadi penting karena dengan demikian seseorang akan lebih dihargai meskipun orang yang hadir tidak selalu dapat membantu banyak. Di sekolah kehadiran pasti akan dilihat sebagai porsi lain dalam pemberian nilai akhir oleh guru karena melihat adanya keseriusan dari siswa tersebut untuk mengikuti pelajaran setiap hari yang dapat disimpulkan bahwa siswa tersebut berkomitmen.

Selain itu, kehadiran juga menyumbang nilai yang cukup tinggi dalam nilai akhir siswa dimana porsinya mencapai 25% dari keseluruhan kegiatan belajar mengajar sehingga sangat disayangkan untuk dilewatkan terlebih apabila biaya sekolah yang tidak sedikit biayanya maka juga akan merugikan orang tua sebagai pendonor utama.

2. Menyimak dengan baik

Guru memang dianjurkan untuk tidak mengajar secara monoton, namun bukan berarti siswa bisa berbuat seenaknya. Kewajiban siswa adalah mendengarkan dan menyimak sementara hak nya adalah untuk menyanggah dengan sopan, menanggapi, bertanya dan menjawab. Guru akan mengapresiasi setiap siswa yang menyimak dengan seksama.

Meskipun guru ingin siswanya menyimak apa yang sedang ia terangkan bukan berarti sang guru hanya memberikan materi tanpa adanya kesempatan pada siswa untuk menanggapi atau memaksa mereka untuk menerima secara serta merta pelajaran yang guru berikan.

Guru tentunya akan membuka kesempatan bagi siswa untuk saling berbagi ilmu, untuk itu lah bagi para siswa untuk menyimak pelajaran yang disampaikan oelh guru dengan baik agar dapat menguasai materi dengan benar sehingga dapat turut berpartisipasi aktif dalam kelas yang tidak hanya akan bermanfaat bagi masa depannya saja namun juga bagi kelangsungan hasil nilai akhir.

3. Menghormati guru
Menghormati guru disini tidak cukup dengan kehadiran dan aktif dalam kelas dengan menyimak materi yang diajarkan oleh guru namun lebih pada perilaku. Guru merupakan orang tua siswa di sekolah dimana keberadaan mereka harus kita hormati layaknya orang tua di rumah. Menghormati disini yang paling sederhana adalah tidak rebut sendiri di kelas ketika guru sedang menerangkan.

Menghormati juga berarti kita tidak boleh melanggar aturan kelas yang telah disepakati bersama serta tidak boleh menyanggah ketika sedang berargumen dengan guru. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh mencaci maki dengan membuat lelucon atas guru tertentu yang diaggap kurang sesuai dengan eskpektasi karena mereka juga telah mencoba sebaik mungkin.

Yang kecil yang seringkali diabaikan para siswa adalah ketika bertemu guru tidak pada jam kelas mau pun di sekolah, misalnya di jalan, di toko atau pun sekitar rumah. Di situ banyak siswa yang cenderung mengacuhkan atau bahkan pura-pura tidak lihat meskipun hanya dengan senyum atau mengucapkan salam tidak akan menguras uang atau pun energi yang banyak.

Guru tentu sangat menyukai  siswa nya yang ramah terlebih apabila sang siswa mau dimintai tolong atau cepat tanggap apabila guru lupa membawa peralatan mengajar selain mendapat citra dan poin lebih karena guru lebih menyukai siswa yang biasa saja namun ramah ketimbang siswa cerdas yang sombong, sang siswa juga tentu akan mendapat pahala yang barokah.

Menjadi siswa yang disukai guru tidak lah sulit asalkan siswa tau cara-cara dasar untuk menjadi sosok yang diharapkan dari masyarakat dimana di Indonesia setiap orang harus lah mengikuti tata krama dan norma sesuai budaya Melayu yang menghormati orang lain, ramah, sopan dan santun serta aktif dimana melalui standar-standar itulah guru juga akan menghormati siswa tanpa harus menjadi cerdas sekalipun.

Demikianlah Cara Agar Siswa Disukai Guru. Semoga bermanfaat.