Pengertian dan Tips Membina Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah_Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa berpasang-pasangan dengan jodohnya masing-masing yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta pula. Setiap insan harus percaya dan yakin bahwa jodoh yang disiapkan Allah adalah seseorang yang tepat untuk dirinya. Sehingga jangan sampai terbesit keraguan dalam diri mengenai siapa jodoh yang akan menemani Anda hingga maut memisahkan itu.
Pengertian dan Cara Membina Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah
Di dalam agama Islam, menikah merupakan suatu ibadah yang sunah dilakukan selagi telah memenuhi syarat-syarat yang ada. Syarat itu diantaranya untuk pria ia harus mampu menafkahi sang istri dan juga anaknya kelak secara lahir maupun batin. Ia juga harus mampu menjadi imam dan suri tauladan yang baik bagi istri dan anak-anaknya karena ia adalah kepala keluarga.

Menikah juga menjadi salah satu sunnah Rasulullah sehingga bila seseorang menjalankan pernikahan ia akan mendapat pahala atas perbuatan itu.

Pernikahan yang sudah terjadi harus dijaga dengan baik dan dipupuk dengan rasa cinta kasih yang tulus dari dalam hati.

Membina sebuah keluarga bukanlah sesuatu yang mudah dan banyak tantangan di dalamnya apalagi kodrat manusia adalah bernafsu.

Banyak manusia yang selalu merasa belum puas atas apa yang telah mereka punya contohnya mempunyai seorang istri atau suami.

Salah satu diantaranya kedua masih memiliki peluang tergoda dengan lawan jenis lain sehingga menimbulkan kerusakan hubungan di rumah tangganya.

Hal yang sering disebut perselin9kuh4n ini didasari oleh ajakan setan yang selalu ada dimana pun manusia ada.

Membina keluarga dengan orang yang disayangi adalah dambaan setiap insan manusia di muka bumi ini, namun tak hanya itu saja. Menurut Islam, keluarga yang baik adalah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah yang memiliki arti, sebagai berikut.

A. Pengertian Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

1. Sakinah 
Kata sakinah berasal dari kata yang ada dalam Al-Qur’an yaitu surah Ar-Rum ayat 21 yaitu kata litaskunuu yang bermakna tenteram. Kata tenteram bermakna suatu kedamaian, ketengan jiwa dan batin serta terhindar dari segala macam keributan. Kata litaskunuu di dalam ilmu tafsir memiliki makna saling mengikat hati berdasarkan iman bukan hal lainnya.

Sehingga dapat simpulkan bahwa keluarga yang sakinah adalah keluarga yang damai, tenang, tenteram tanpa ada perselisihan yang berarti. Disebut pula sakinah adalah saling melindungi agar tercipta kedamaian yang mana istri sebagai peneduh suami dan suami pelindung istri. Berawal dari rasa damai dan tenteram inilah akan muncul kebahagiaan di dalam keluarga.

2. Mawaddah
Kata mawaddah memiliki makna yang luas artinya diantaranya cinta, rasa kasih sayang dan saling berlapang dada menerima. Hasan al-Basri mengibaratkan mawaddah adalah sebuah mesin yang digunakan dalam kendaraan sehingga tanpa mawaddah kendaraan itu tidak dapat berjalan. Kata ini juga diartikan sebagai saling dalam hal apa pun yang baik dan positif.

Melalui ayat Qur’an surah Al-Baqarah ayat 187 dijelaskan bahwa makna kata mawaddah yaitu saling menerima kekurangan yang ada pada pasangan kita. Saling menerima kekurangan juga dimaknai sebagai upaya untuk saling menutupi kekurangan yang ada. Oleh karena itu, sepasang suami istri harus saling berusaha memberikan yang terbaik dengan kelebihan yang dipunya.

3. Warohmah 
Kata warohmah sebenarnya berasal dari kata rohmah yang bermakna rasa kasih sayang dan kata sambung wa yang maknanya dan. Warohmah diibaratkan sebagai hasil akhir dari sebuah pernikahan yaitu kasih yang selalu ada selama mereka hidup dan dipisahkan oleh maut. Ada pun opini lain mengenai kata warohmah yaitu kata ini digunakan untuk orang yang sudah tua.

Sedangkan kata mawaddah digunakan untuk orang yang masih muda karena mawaddah dan warohmah memiliki arti yang hampir sama. Sehingga dari semua penjabaran yang telah dijelaskan dapat dikatakan bahwa arti sakinah mawaddah warohmah yaitu:
a. Saling melindungi satu sama lain terutama suami melindungi istri dan anak-anaknya.
b. Saling memahami agar tercipta sakinah atau ketenangan di dalam rumah tangga.
c. Saling menyayangi agar selalu tercipta suasana yang hangat.
d. Saling memenuhi hak dan kewajiban sebagai seorang istri, suami, ayah dan ibu.

B. Tips Membina Keluarga agar Menjadi Sakinah Mawaddah Warohmah

1. Pahami diri sendiri
Sebagai manusia suatu kewajiban yang harus kita jalankan yaitu memahami diri sendiri lalu selanjutnya pahami orang di sekitar. Hal ini perlu Anda lakukan sebelum membina rumah tangga agar Anda dapat memilih calon yang sesuai dengan diri Anda. Kata sesuai disini bermakna calon yang mampu mengimbangi kekurangan yang Anda miliki pada diri.

2. Perbaiki diri sendiri
Sebelum membina keluarga, sebaiknya Anda perbaiki diri dahulu karena sesuai janji Allah pria yang baik untuk wanita yang baik pula. Pertebal iman Anda dengan melakukan kegiatan yang religius, percantik diri dengan hal yang mampu dilakukan dan perluas pergaulan. Anda juga dapat melakukan hal-hal yang positif untuk meningkatkan kecerdasan otak.

3. Memilih pasangan yang sesuai
Setelah tahap satu dan dua dilakukan, inilah saatnya bagi Anda untuk memilih orang mana yang tepat Anda jadikan pendamping hidup. Pastikan seseorang yang Anda pilih paham hal yang bersangkutan dengan agama khususnya dalam membina rumah tangga. Selain itu pastikan pula kepribadian yang ia miliki tidak melenceng dari aqidah agama Islam.

Anda juga perlu mengenali keluarga dan kawan-kawannya karena keluarga dan lingkungan yang ada di sekitarnya adalah cerminan dari diri seseorang. Pastikan keluarga calon Anda memiliki paham atas ilmu agama yang baik dan tidak ada salah satu diantaranya seseorang dengan sifat yang dibenci Allah. Pastikan calon Anda bergaul dengan orang yang salik.

4. Keluarga berlandas agama
Untuk mencapai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah rumah tangga harus didasari dengan ilmu dan paham agama. Anda dan pasangan wajib memahami bagaimana cara mencapai keluarga yang damai atau sakinah. Pilar utama untuk mewujudkan hal itu ialah adanya rasa cinta dan kasih sayang yang menggebu dan selalu terjaga dari godaan.

Bila suatu keluarga tidak dilandasi agama, setiap anggota keluarganya dapat terjerumus ke ruang-ruang dosa entah itu ibu, bapak atau anaknya. Salah contoh nyata dari keluarga yang tidak dilandasi agama adalah terjerumusnya sang anak ke dalam kasus minuman keras atau narkoba. Contoh lain yaitu terjadinya perceraian antara ibu dan bapak dalam suatu keluarga.

Diriwayatkan pula bahwa di dalam suatu rumah yang sering dibacakan ayat suci Al-Qur’an akan dikunjungi malaikat-malaikat Allah. Rumah itu menjadi rumah yang menenangkan dan tidak mudah diganggu oleh makhluk ghaib tak kasat mata yang menjerumuskan mereka ke dalam dosa. Sedangkan rumah yang jarang dibacakan ayat suci akan menjadi sarang setan.

5. Selalu bersyukur, menghargai dan percaya
Pilar utama suatu hubungan ialah rasa kepercayaan sehingga pastikan Anda dan pasangan saling memberi rasa percaya. Selain itu, jangan lupa untuk menghargai sekecil apa pun yang diberi atau dilakukan pasangan untuk kebahagiaan Anda. Paling penting yaitu selalu ingat untuk bersyukur atas nikmat yang masih diberikan Allah ke Anda sekeluarga hingga hari ini.

Demikian Pengertian dan Cara Membina Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah. Semoga bermanfaat.