Cara Menjadi Ibu yang Sukses dalam Mendidik Anak_Menjadi ibu rumah tangga yang baik dan sukses mendidik anak adalah dambaan setiap suami dan anak. Peran ibu sangat penting bagi keberlangsungan dan perilaku anak dimana dalam islam ibu dianggap sebagai sosok hebat yang multitalen dan dimuliakan dalam Al-Qur’an setelah menanggung beban melahirkan yang dirasa sebagai sesuatu paling menyakitkan pada proses kehidupan manusia.
Tips Menjadi Ibu yang Sukses Mendidik Anak
Ibu tidak hanya sebagai sosok multitalen, namun juga berperan penting dalam terbentuknya generasi-generasi solih dan solihah, cerdas, mumpuni dan berkualitas. Tidak hanya sekedar mengurus rumah tangga dan memastikan keluarganya makan enak, seorang ibu juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mengasuh anak selain juga bantuan dari sang suami yang juga menerima pelayanan dari sang istri.

Kesuksesan seorang anak dapat ditelusuri bagaimana perilaku dan didikan ibu bukan hanya ketika anak tersebut telah lahir, namun dari masa mengandung hingga jauh sebelum sang ibu menikah.

Dalam Islam, ibu merupakan sosok yang sangat dimuliakan. Seorang ibu memiliki kedudukan yang mulai karena dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa surga berada di bawah kaki ibu.

Rasulullah SAW bahkan menyebut kata ibu tiga kali atas pertanyaan mengenai sosok yang beliau hormati sementara ayah berada pada posisi keempat dan hanya disebut satu kali. Sosok ibu juga dicirikan sebagai wanita perkasa yang pada dasarnya dalam kehidupan mampu melakukan banyak hal sekaligus sehingga disebut multitalen karena disisi lain mengurus anak dan rumah tangga dan lainnya melayani suami.

Ibu cerdas lahirkan generasi cerdas
Ibu yang baik menurut agama islam adalah ibu yang melakukan segala upaya mulai dari mengurus rumah tangga, mendidik anak dan melayani suami hanya karena Allah SWT semata. Mulai dari menjadi istri yang solehah yang taat pada Allah dan Rasul akan membawanya menjadi ibu yang baik dan akan melahirkan anak-anak cerdas serta soleh dan solehah.

Dari situlah setiap suami diharapkan mampu memilih benih-benih calon istri yang baik bukan hanya dari paras dan perilakunya, namun juga dari ketaqwaan dan kepandaiannya yang akan menjadi tolak ukur sebagai ibu rumah tangga yang baik serta mampu mendidik anak-anak menjadi sosok yang didambakkan agama, nusa dan bangsa.

Setiap tingkah laku ibu dapat akan dilihat dan ditiru oleh sang anak, jadi sebisa mungkin ibu berperilaku baik terutama dalam menjaga sikap, tata karma dan gaya bahasa sehari-hari baik secara langsung dengan sang suami, teman maupun orang lain yang terkadang memancing kemarahan.

Bahasa sangat sensitif dalam membangung kosa kata manusia terutama bagi anak-anak di bawah 7 tahun.

Tips-tips menjadi ibu yang sukses mendidik anak

1. Membiarkan dan mendukung anak bereksperimen

Seorang ibu yang baik akan membiarkan anak nya melakukan hal-hal yang positif melalui kegiatan yang mereka sukai. Semisal, sang anak suka bermain sepak bola, maka biarkan anak tersebut bermain di halaman belakang atau bersama teman sebaya dimana ibu wajib mendukung, menyemangati dan memberi pujian.

Pujian sangat diperlukan bagi anak untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri. Ibu juga harus mendukung dari segi peralatan semisal bola, alat lukis untuk anak yang suka melukis, alat musik, kacamata renang dan papan, atau mungkin bagi anak tertarik memasak ibu dapat mengajak anak di dapur untuk turut bereksperimen dan membiarkan anak menebak-nebak bahan makanan.

Apabila anak melakukan kesalahan hal yang paling penting adalah mendorong anak untuk tidak mudah putus asa dan mengatakan bahwa ia sudah berusaha keras atau mungkin dapat memberi masukan yang berharga.

2. Anti-gadget dan TV

Hal yang mungkin kecil namun seringkali tidak diperhatikan adalah ketika sang ibu terlalu asik bermain sosial media melalui gadet nya ketika sedang bersama sang anak. Anak-anak terutama yang masih berusia di bawah 5 tahun  memerlukan waktu intensif dan interaktif lebih bersama orang tua yang harus turut membersamainya ketika sang anak melakukan eksperimen.

Dengan melihat orang tua nya asyik bermain gadget anak akan merasa terasingkan sehingga menjadi kurang komunikatif dengan orang tua. Hal yang lebih buruk lagi adalah ketika anak sudah diberi akses menggunakan atau bahkan dibelikan gadget di masa kanak-kanak nya. Hal tersebut tentu akan berpengaruh pada sosial anak yang akan cenderung adiktif dalam bermain game.

Anak yang sejak dari kecil sudah mengenal gadget dan sering menonton TV daripada bermain dan bereksperimen di luar rumah cenderung akan mengurangi kinerja otak yang akan merugikannya di tingkat pendidikan meskipun memang benar game dapat membantu mengasah otak namun batasan usia bermaian game harus juga diperhatikan.

Ibu yang sukses mendidik anak adalah ibu yang justru meninggalkan ego nya demi sang anak. Sang ibu dapat melatih anak untuk membaca buku yang tentunya juga bermanfaat bagi sang ibu. Dengan melatih membaca buku akan membentuk kebiasan anak untuk membaca yang akan membuka wawasannya lebih luas dan lebih peka pada ilmu pengetahuan.

3. Mengajari anak berolahraga dan bermain musik

Musik dan olahraga merupaka aktivitas yang mampu memicu otak kanan untuk aktif serta dapat mengasah otak kiri. Olahraga dapat dilatih dari hal kecil mulai lari-lari pagi, bersepeda, main bola, berenang hingga lain-lain. Sedangkan bermain musik dapat diajarkan mulai menyanyikan lagu anak-anak hingga bermain instrumen sungguhan.

Kegiatan positif seperti berolahraga dan bermain musik merupakan pelajaran pokok nomor dua setelah membaca ketimbang bermain game. Apabila anak tertarik dalam bidang-bidang tertentu, orang tua dapat mendukung dan menyemangati serta bila perlu mengundang pelatih yang dapat mengarahkannya lebih lanjut.

4. Melatih kebiasan baik

Sosok orang tua terutama ibu akan menjadi pedoman anak dalam berperilaku. Untuk itu, kebiasaan baik perlu diterapkan agar anak mengikuti contoh yang benar. Kebiasan baik misalnya mengajarkan keramah-tamahan pada orang lain, tidak pernah berkata kasar serta melatih cara beribadah. Dari kebiasaan-kebiasaan baik tersebut, sang anak akan mulai meniru dan terbiasa.

Perlunya melatih gaya bahasa seperti mengucapkan permisi, terima kasih dan meminta maaf merupakan kosa kata wajib yang sudah dari kecil ditanamkan agar anak terbiasa menghormati orang lain terutama ketika dihadapkan dengan orang yang lebih tua. Kebiasaan baik juga dimulai dari tata krama atau adab makan yang di mulai dengan membasuh tangan, berdo’a, makan dengan tangan kanan, dst.

Kebiasan baik anak juga terntunya akan melihat bagaimana sang ibu berperilaku dan beradab dalam aktivitas sehari-hari seperti percakapannya dengan orang lain, berkomentar, komunikasi dengan suami atau dengan sang anak sendiri dimana setiap gerakan ibu akan tercatat dalam memori anak.

Peran ibu merupaka dasar utama perilaku anak di masa kemudian yang akan membentuk karakter, budi pekerti dan kongnitivitas sang anak itu sendiri. Untuk itu setiap orang tua dianjurkan untuk lebih aktif mengajak anak berinteraksi dan membiarkan mereka bereksperimen sesuai kemauan serta mendukung dan memberi pujian pada mereka dengan meminimalisir kata tidak.